My Blog

August 1st, 2006 by nia-rahma

Sbenernya aku punya blog satu lg, alamatnya http://niarahma.blogspot.com. Blog itu aku buat tgl 26 Mei 2005, udah ada 69 artikel disitu. Isinya macem-macem, catatan-catatan kecilku, klo lg pengin nulis puisi ya aku isi puisi, kadang juga aku publish tulisan dari milist terntunya dengan menyebutkan sumbernya.

Ups, malah jadi kayak promosi…
yah.. ga da salahnya, mumpung gratis he he he..

Bangku Panas

July 20th, 2006 by nia-rahma

Bangku panas mungkin istilah ini sudah akrab ditelinga kita, terutama bagi yang sering melakukan perjalanan jauh menggunakan alat transportasi umum, baik bus maupun kereta api. Dilihat dari definisinya istilah bangku panas sangat jauh berbeda dengan kursi panas. Walaupun kedua istilah ini sama-sama berkaitan dengan tempat duduk. Jika kursi panas bisa diartikan jabatan yang bisa membuahkan banyak uang, nah kalau bangku panas adalah istilah untuk kursi yang ada disamping kita saat melakukan perjalanan jauh.

Saat melakukan perjalanan jauh tentu saja kita menginginkan sebuah perjalanan yang menyenangkan. Bangku panas ini pun menjadi faktor yang menentukan nyaman tidaknya perjalanan kita. Kadang kita dapat teman sebangku yang menyenangkan, bisa melewati waktu dengan berdiskusi, bertukar pikiran maupun pengalaman. Tapi kadang juga kita mendapatkan teman sebangku yang menyebalkan, suka cari perhatian, mengganggu kenyamanan kita atau lebih sering mempertanyakan hal-hal yang sifatnya terlalu pribadi untuk dibicarakan dengan orang yang baru dikenal.

Ada beberapa cara untuk mensiasati bangku panas ini. Ada seorang teman yang khusus membeli bangku sebelahnya agar tetap kosong, tentu siasat ini kurang bijak jika kita lakukan pada saat kendaraan dalam keadaan penuh. Kita sendiri merasakan suatu kenyamanan, tapi orang lain terdzolimi tidak mendapatkan tempat duduk. Lagi pula solusi ini juga tidak nyaman untuk kantong kita.

Saya pribadi lebih suka memilih tempat duduk di dekat jendela jika kendaraan tersebut masih kosong. Di dekat jendela kita bisa menikmati pemandangan yang indah sepanjang perjalanan. Atau memilih tempat duduk disamping seorang wanita, karena bagi saya merasa lebih save bila duduk disamping sesama wanita.

Untuk mencegah rasa bosan dalam perjalanan (sekaligus bisa juga untuk "menghindari" obrolan tidak bermutu dari orang yang menempati bangku panas) beberapa benda mungkin bisa membantu. Yang pertama bahan bacaan, bisa berupa koran maupun buku. Mungkin buku yang cocok adalah jenis buku yang tidak terlalu berat seperti novel ataupun artikel ringan. Yang kedua adalah music player, bisa berupa walkman, mp3 player maupun diskman. Dengan alat ini kita bisa menikmati perjalanan dengan diiringi lagu-lagu kesayangan kita.

….T..i..t..i..k….

May 11th, 2005 by nia-rahma

….T..i..t..i..k….

Dari sebuah titik

Lingkaran tergambarkan

Dari sebuah titik

Segitiga tercipta

Dari sebuah titik

Kotak terbentuk

Dari sebuah titik

Persegipanjang terpajang

Dari sebuah titik

Apa yang

kan

kau torehkan

DO’A

April 8th, 2005 by nia-rahma

Ketika kumohon pada Allah kekuatan,

Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.

Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan,

Allah memberiku masalah untuk kupecahkan.

Ketika kumohon pada Allah kessejahteraan,

Allah memberiku akal untuk berfikir.

Ketika kumohon pada Allah keberanian,

Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi.

Ketika kumohon pada Allah sebuah cinta,

Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong.

Ketika kumohon pada Allah bantuan,

Allah memberiku kesempatan.

Aku tak pernah menerima apa yang kupinta

Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan.

Terjemahan bebas "History of Prayer"

MATA

April 8th, 2005 by nia-rahma

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus Lagi Maha Mengetahui
(QS Al An’aam : 103)

Maha Suci Allah yang telah memberi kita sebuah indera yang bernama “mata”. Karena dengan indera tersebut kita dapat melihat dunia yang penuh warna. Ahli evolusi mengatakan bahwa mata adalah indera kompleks yang berevolusi dari bintik-bintik peka sinar yang primitif pada permukaan hewan tak bertulang belakang (invertebrata). Sedangkan ahli ilmu jiwa mengatakan bahwa mata adalah gerbang jiwa. Terlepas dari itu semua keberadaan dunia seperti sekarang ini merupakan hasil laporan mata.

Mata mempunyai sebuah lapisan penerima rangsang cahaya (reseptor) yang terdiri dari 120 juta sel batang dan 6 sel kerucut. Sebuah sistem lensa yang memfokuskan cahaya ke reseptor. Sebuah sistem syaraf yang terdiri dari 1,2 juta serat saraf yang menghantarkan impuls dari reseptor mata ke otak.

Mata manusia hanya dapat melihat benda dengan cahaya tampak (dengan panjang gelombang 397 nm - 723 nm). Kelemahan mata yang lain adalah tidak dapat melaporkan benda yang telalu cepat bergerak. Kaca maupun layar lebar yang kita tonton sebenarnya merupakan potongan-potongan gambar (pixel) sehingga dengan kelemahan ini gerakan dalam film kelihatan halus cukup menggunakan 30 kali pertukaran gambar perdetik.

Lemahnya penglihatan manusia sehingga sering tertipu dijadikan sebagai permisalan (tamsil) oleh Allah untuk menyadarkan kita.
“Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar , yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak akan mendapatkan apapun “(QS An Nuur : 39).
Melalui penglihatan ini Allah meminta kesadaran manusia untuk mengakui kebesaran dan kebenaran dari Tuhannya.

Terkadang manusia merasa bahwa matanya dapat melihat segalanya dan lupa bahwa mata kita terbatas dan amat peka untuk mengalami kerusakan. Seperti Bani Israil yang pernah meminta syarat untuk beriman pada Rosul dan Allah.
Dan ingatlah , ketika kamu berkata :” Hai Musa , kami tidak akan beriman kepada mu sebelum kami melihat Allah dengan terang , karena itu kamu disambar halilintar , sedang kamu menyaksikannya (QS Al Baqarah : 55)

Nabi Musa pernah pula meminta kepada Allah.
Berkatalah Musa : Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau” Tuhan berfirman :” Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap pada tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat Ku .” Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunug itu, dijadikanNya gunung hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali , dia berkata :” Maha Suci Engkau, akau bertobat kepada Engkau da aku orang yang pertama-tam beriman.” (QS Al A’raaf :143)

Maka sudah semestinya mata ini dibenturkan pada pemandangan yang telah difirmankan Allah :
Katakanlah: “ Berjalanlah di muka bumi , kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang telah mendustakan itu” (QA Al An’aam : 11).
Dan pada akhirnya semoga kita dapat menggunakan mata kita untuk mengakui Kebesaran dan Kekuasaan Pencipta kita.